Langsung ke konten utama

Ilustrasi Dunia Terbalik

TETAPLAH BODOH

Tetaplah bodoh, kawan, jika pintar menuntut kita percaya bahwa kayu gelondongan memang tumbang sendiri, kebetulan saja sebagian diberi nomor agar tak tersesat pulang.

Tetaplah bodoh, kawan, jika pintar mengharuskan kita sepakat bahwa sawit juga pohon karena punya daun hijau, cukup untuk mengganti nama hutan, meski akarnya tak lagi sudi menahan air. 

Tetaplah bodoh, kawan, jika pintar berarti curiga pada suara kritis, dianggap menggiring opini, menganggap pemerintah tidak bekerja sempurna, dan empati harus menunggu siaran media.

Tetaplah bodoh, kawan, jika pintar mengajarkan bahwa bantuan asing yang tak seberapa itu berbahaya, bisa meruntuhkan martabat bangsa yang konon berdiri tegak tanpa bantuan siapa-siapa. 

Tetaplah bodoh, kawan, jika pintar mensyaratkan bantuan bencana dari diaspora perlu dipajaki dulu, agar duka ikut menyumbang penerimaan negara.

Tetaplah bodoh, kawan, jika pintar berarti setuju cukup menteri memanggul karung bantuan, sementara empati dianggap bonus, tak wajib, apalagi tulus. 

Tetaplah bodoh, kawan, jika pintar menuntut kita percaya bahwa ribuan korban hanyalah angka, terlalu kecil untuk disebut bencana nasional, hanya cukup jadi catatan kaki laporan tahunan

Tetaplah bodoh, kawan, jika pintar menganggap alih hutan ke sawit adalah keniscayaan, dan banjir selalu bisa kita titipkan pada takdir agar tangan manusia tetap tampak tak ternoda.

Mari, tetap bodoh, kawan.

Sebab di negeri ini, terlalu sering, yang disebut pintar justru adalah kelihaian melawan akal sehat, menyembunyikan fakta, dan memperdayai sesama. 

Kawan, mari, tetap Bodoh.

Medio,fw26/12/2025

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DPRK Bicara, PLT Bupati Diam Saja

Keperdulian ketua DPRK Aceh Selatan terhadap keluhan dari rekanan  yang belum terbayar pekerjaan 2023, 2024 patut di berikan Apresiasi  karena DPRK telah melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintahan di Aceh Selatan padahal saat ini sudah memasuki Januari 2026, kejelasan pembayaran tersebut dinilai belum terlihat. Padahal menurut ketua, dalam pertemuan silaturahmi dengan puluhan wartawan dan Rekanan di Hall Pendopo Bupati Aceh Selatan, Jumat (14/11/2025), Bupati Aceh Selatan H. Mirwan menyatakan Pemkab Aceh Selatan menargetkan pembayaran utang sebesar Rp 20 miliar pada tahun anggaran 2025, dari total utang daerah 2023–2024 yang mencapai Rp184 miliar. Agar permasalahan ini tidak membuat kekisruhan baru, maka DPRK Aceh Selatan berkewajiban memperjelas duduk persoalan ini, agar tidak dianggap oleh masyarakat ikut bersekongkol dengan pemerintah daerah menipu rekanan yang sudah lama bersabar menanti janji yang telah di ucapkan oleh bupati Aceh Selatan (HMW)...

Politik Sesat: Copot PLT Sekda Aceh Selatan

Saat Aceh selatan mengalami banyak sorotan media dengan berbagai masalah yang timbul dan berujung Bupati Aceh Selatan HMW di nonaktifkan. Seharusnya pendukung HMW atau sering di sebut MANIS memperkuat barisan untuk memperbaiki kelemahan yang dialami oleh pemerintah Aceh Selatan, tapi justru dari orang dalam juga ikut memperkeruh suasana politik Aceh selatan yang dilakukan olehTokoh Muda Aceh Selatan, Tonicko Anggara, mendesak agar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, segera dicopot dari jabatannya, desakan semacam ini di pengaruhi cara berfikir politik sesat dan dapat menyesatkan publik seakan Manis mencari kambing hitam. Hal seperti ini menunjukan kepanikan di kalangan dalam MANIS padahal semua orang tahu HMW masih menjalankan skorsing di Jakarta dan terus di terpa dengan isu miring yang di tujukan untuk kepemimpinan Manis ini. Seharusnya sebagai tokoh muda Manis Tonoco Anggara dalam mengdapi  segala isu yang sering muncul per...

Ada 7 Langkah Cerdas Mirwan.MS Saat Kembali Bertugas

Setelah Bupati Mirwan menjalani sangsi administrasi, nonaktif sebagai Bupati Aceh Selatan selama 3 bulan di jakarta, mungkin tidak lama lagi akan kembali bertugas menjadi Bupati Aceh Selatan.  Untuk mengembalikan kepercayaan publik sebagai Bupati Aceh Selatan. Ada 7  langkah cerdas  yang perlu dilakukan Mirwan saat  bertugas kembali di Aceh Selatan yaitu: 1. Minta Maaf dan Bertanggung Jawab.  Mengakui kesalahan, meminta maaf kepada masyarakat sebagai wujud rasa tanggung jawab atas tindakan yang menyebabkan sanksi hukuman. Mengakui kesalahan adalah sikap bijaksana dan sudah menjalani sangki sesuai keputusan Mendagri adalah sikap kesatria berani berbuat berani juga bertanggung jawab. 2. Transparansi dan Akuntabilitas.  Meningkatkan transparansi dalam pemerintahan, mempublikasikan kebijakan dan keputusan, serta mempertanggungjawabkan tindakan kepada masyarakat, bukan pada timses. 3. Fokus pada Pelayanan Publik.  Meningkatkan kualitas pelayanan publik, mem...