Postingan

Jangan Merasa Dekat, Kalau Gemar Menyakiti

Gambar
JANGAN MERASA DEKAT DENGAN TUHAN JIKA KEPADA SESAMA MANUSIA SAJA KAMU MASIH GEMAR MENYAKITI. Shalatmu mungkin teratur. Puasamu mungkin penuh. Lisanmu mungkin fasih berbicara tentang surga dan neraka. Namun, bagaimana jika di balik semua itu, masih ada kesombongan, kebencian, dan kebiasaan merendahkan orang lain? Apa arti ibadah jika ia tidak membuatmu lebih mampu menghargai sesama? Spiritualitas bukan sekadar tentang seberapa sering dahi menyentuh sajadah, tetapi juga tentang bagaimana tanganmu menolong, lisanmu menjaga perasaan, dan hatimu memperlakukan mereka yang tak bisa memberikan apa-apa kepadamu. Sebab, kesalehan yang sejati seharusnya membuat manusia semakin rendah hati, bukan semakin merasa paling suci. Jangan sibuk mengukur kesalehan orang lain. Periksalah bagaimana kehadiranmu membuat orang lain merasa: dihargai atau justru terluka?

Farid Wajidi Bongkar Kejanggalan Sikap Pengurus ABAS: Perjuangkan Barsela atau Justru Jadi Corong ALA?

Gambar
TAPAKTUAN – Arah perjuangan sejumlah pengurus Komite Persiapan Pembentukan Provinsi Aceh Barat Selatan (KP3-ABAS) mulai dipertanyakan. Di tengah menguatnya aspirasi masyarakat Aceh Singkil dan Subulussalam yang menginginkan kedua daerah tersebut masuk dalam wilayah calon Provinsi Aceh Barat Selatan (ABAS), justru muncul sikap sejumlah pengurus yang dinilai lebih bersemangat menyuarakan kepentingan pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara (ALA). Kondisi ini mengundang tanda tanya di kalangan masyarakat Barat Selatan Aceh (Barsela). Tokoh masyarakat Barsela, Farid Wajidi, secara terbuka mempertanyakan konsistensi dan arah perjuangan pengurus KP3-ABAS yang menurutnya seharusnya berada di garda terdepan mempertahankan keutuhan delapan kabupaten/kota dalam rancangan CDOB ABAS. "Sebagai warga Barat Selatan Aceh, sangat aneh melihat pengurus KP3-ABAS justru terlihat bersemangat menjadikan dirinya sebagai corong atau juru bicara ALA. Seharusnya mereka lebih antusias memperjuangkan dan memp...

Dinas Pendidikan Dayah dan Dinas Syariat Islam Aceh berperan Strategis dalam pembangunan Aceh

Gambar
Dinas Pendidikan Dayah dan Dinas Syariat Islam Aceh berperan Strategis dalam pembangunan Aceh Kedua dinas ini merupakan Dinas Kekhususan Aceh Setelah MOU Helsingki, dan kedua dinas ini tidak ada di provinsi lain selain Aceh. Dinas Pendidikan Dayah dibentuk khusus mengurus pendidikan berbasis Islam khas Aceh. Perannya sangat besar dalam pembangunan SDM dan budaya Aceh  Peran Utama Dinas Pendidikan Dayah Menguatkan Pendidikan Agama dan pengetahuan Umum. Dinas membina Dayah Salafiyah, Dayah Modern, dan Dayah Terpadu.  Tujuannya:  Dapat melahirkan ulama yang juga melek sains, teknologi, dan wirausaha. Jadi santri tidak cuma jago kitab kuning, tapi juga bisa kerja. Dinas Pendidikan Dayah itu jembatannya antara "Aceh Islami" dengan "Aceh Maju".  Mereka tidak  cuma urus mengaji, tapi juga menyiapkan santri jadi pemimpin dan penggerak ekonomi di desa. Dinas Syariat Islam sebagai pengawal aturan, pembinaan, dan penegakan syariat di masyarakat umum dasarnya ada di UU No 1...

Lembaga Wali Nangroe Kehilangan Marwah Aceh

Gambar
Lembaga Wali Nangroe Kehilangan Marwah Aceh Diskusi tentang lembaga wali Nangroe justru menjadi issu yang sangat penting karena selama ini kegiatan wali Nangroe tidak menyentuh masyarakat luas dan tidak membuat rakyat Aceh sejahtera. Malah dalam beberapa hal justru wali Nangroe lebih banyak diam dari pada berbuat. Majelis Tinggi Lembaga Wali Nanggroe Aceh sudah pernah mengadakan Sidang Raya Tahun 2019 di Aula Khatibul Wali untuk membahas dan menetapkan reusam-reusam, namun sampa saat ini belum ada hasil yang dapat menggembirakan rakyat. Baik itu keistimewaan di Bidang Agama, Adat Istiadat dan Budaya, maupun Pendidikan.  Hal ini terjadi karena pelaksanaan keistimewaan tersebut belum berjalan optimal," dan disini Wali Nanggroe harus bertanggung jawab jangan melepaskan tanggung jawab ini kepada pihak/dinas lain. Berdasarkan Qanun Aceh Nomor 9 Tahun 2013 pasal 3 dijelaskan pembentukan Lembaga Wali Nanggroe di Aceh bertujuan untuk: Mewujudkan persatuan bagi rakyat Aceh;   menj...

Bupati MIRWAN.MS.SE.M.Sos Melantik 2 orang Esilon II di Jumat Berkah

Gambar
Bupati Aceh Selatan kembali melakukan pelantikan esilon II di lingkungan pemerintahan Aceh Selatan. Pelantikan Jumat,14 Agustus 2026 ini sangat istimewa dilakukan dan bertempat di pendopo Bupati Aceh Selatan mereka adalah hasil JPT untuk untuk 15 dinas/Badan , tapi hanya 2 orang yang di Lantik untuk mengisi jabatan esilon II yaitu: Bapenda (badan pendapatan dan aset daerah) dan Dinas pendidikan Aceh selatan. Mereka yang mendapatkan keistimewaan ini adalah Teuku Alamsyah, SE: yang sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan Daerah, kini resmi dilantik sebagai Kepala Badan Pendapatan dan Aset Daerah Kabupaten Aceh Selatan. M. Najur, S.Pd., M.Pd: Sebelumnya bertugas sebagai Penelaah Teknis Kebijakan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kini dipercaya mengemban amanah sebagai Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Selatan. Kedua pejabat baru ini merupakan hasil seleksi JPT yang di lakukan di masa Bupati Mirwan, dan mereka merupakan putra terbaik yang l...

Ketika Aceh Singkil dan Subulussalam Tidak Lagi Dianggap Bagian BARSELA

Gambar
Perjuangan untuk Siapa? Ketika Aceh Singkil dan Subulussalam Tidak Lagi Dianggap Bagian BARSELA Aceh Singkil pada awalnya merupakan bagian dari Kabupaten Aceh Selatan. Dari aspek sejarah, kehidupan sosial, budaya, bahasa, hingga hubungan kekeluargaan, masyarakat Aceh Singkil memiliki kedekatan yang sangat kuat dengan masyarakat Aceh Selatan. Ikatan tersebut tidak hanya terbentuk secara administratif pada masa lalu, tetapi juga tumbuh dari kesamaan identitas, sejarah perjuangan, serta hubungan emosional yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Karena rasa memiliki itu, setiap kali muncul persoalan yang menyangkut Aceh Singkil, baik sengketa wilayah perbatasan dengan Sumatera Utara maupun persoalan pelayanan penyeberangan menuju Kepulauan Nias, masyarakat Aceh Selatan dan kawasan Barat Selatan Aceh selalu menunjukkan kepedulian. Ketika ada upaya menggeser batas wilayah Aceh, seluruh elemen masyarakat berdiri bersama mempertahankan agar wilayah tersebut tetap menjadi bagian dari Aceh....

Barsela Kehilangan 2 Wilayah Potensial

Gambar
Mengapa 2 Wilayah Barsela Hilang Dalam Perjuangan.? Oleh : Drs Farid Wajidi Aceh telah menunjukkan sikap tegas dalam mempertahankan 4 pulau karena menyadari bahwa setiap jengkal wilayah bukan sekadar soal batas geografis, melainkan menyangkut sejarah, identitas, harga diri, dan masa depan rakyat. Seluruh elemen masyarakat bergerak, bersatu, dan berjuang untuk memastikan tidak ada wilayah Aceh yang hilang. Namun tokoh publik  juga patut mempertanyakan sebuah ironi besar. Ketika 4 pulau diperjuangkan dengan penuh semangat, mengapa hilangnya 2 kabupaten/kota—Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam—dari konsep perjuangan pemekaran sebelumnya justru terkesan  diam seakan ada tekanan diterima tanpa perlawanan, ada apa ? Padahal kedua daerah tersebut bukan wilayah yang muncul begitu saja. Secara historis, Aceh Singkil dan Subulussalam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan panjang Aceh Selatan. Keduanya lahir dari proses pemekaran Aceh Selatan, memiliki hubungan...