Mualem Hadiri Rakor Satgas Rehab Rekon Bencana Sumatera
Dalam kesempatan tersebut, ia meminta penjelasan mengenai mekanisme penanganan pascabencana serta kelanjutan kebijakan mendukung pemulihan Aceh.
Kami berharap dapat memperoleh penjelasan dari Pemerintah Pusat mengenai mekanisme yang saat ini dikoordinasikan oleh Satgas nasional, termasuk tahapan penugasan serta dukungan sektoral yang akan diberikan kepada Pemerintah Aceh,” ujar Mualem.
Ia juga mengangkat kekhawatiran terkait masa transisi dari tanggap darurat ke tahap pemulihan, mengingat sebagian wilayah belum sepenuhnya pulih dan akan segera memasuki bulan Ramadhan yang meningkatkan kebutuhan masyarakat.
Kami khawatir apabila memasuki masa transisi, dukungan dan perhatian nasional menjadi kurang optimal,” tambahnya.
Mualem menyampaikan bahwa selama masa darurat, Pemerintah Aceh telah menerapkan pembebasan barcode SPBU dan mengoperasionalkan Seksi 1 Jalan Tol Sigli–Banda Aceh, yang terbukti membantu mobilitas dan distribusi. Ia berharap kebijakan tersebut dapat dilanjutkan hingga kondisi Aceh pulih sepenuhnya.
“Pemulihan Aceh harus dimulai dari sektor ekonomi dan infrastruktur agar penghidupan masyarakat serta akses wilayah dapat kembali normal. Sementara sektor perumahan dan sosial menjadi fondasi dalam membangun kembali harapan masyarakat,” katanya.
Rakor yang dipimpin Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian ini diikuti oleh seluruh kementerian dan lembaga anggota Satgas serta pemerintah daerah terdampak di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Hadir juga Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno beserta sejumlah menteri dan pejabat tinggi negara.
Menko PMK Pratikno menjelaskan bahwa Presiden telah menetapkan Keputusan Presiden Nomor 1 Tahun 2026 tentang pembentukan Satgas tersebut. “Prinsipnya adalah membangun lebih baik dan lebih tangguh, tidak sekadar mengembalikan kondisi seperti semula,” ujarnya.
Selengkapnya dikomentar👇

Komentar