Roky Gerung: Berisik bukan Salah
Di negeri ini, yang berisik bukan selalu salah.
Kadang yang salah itu yang duduk manis tapi tak mau diganggu.
Rocky Gerung bilang hampir sepuluh tahun hidup seperti “nyaris menganggur” di era Jokowi. Banyak yang ketawa. Banyak yang nyinyir. Banyak yang pura-pura bego.
Padahal maknanya jelas: dia tidak dipatahkan, tapi dipinggirkan.
Ini bukan soal kerja atau tidak kerja.
Ini soal siapa yang boleh bicara, dan siapa yang harus diam.
Undangan dibatalkan.
Panggung ditutup.
Forum mendadak “penuh”.
Kampus tiba-tiba “tak berani”.
Bukan karena argumennya lemah,
tapi karena terlalu tepat.
Lucu kan?
Negara katanya demokrasi,
tapi kritik diperlakukan seperti penyakit menular.
Kalau dia salah, bantah.
Kalau dia keliru, hajar dengan data.
Tapi ini tidak.
Yang dilakukan: dipuasakan.
Ini bukan negara yang percaya diri.
Ini negara yang gugup.
Karena kekuasaan yang kuat itu santai.
Yang panik itu biasanya… ya karena ada yang goyah di dalam.
Rocky tidak berubah.
Tidak minta izin.
Tidak minta restu.
Dia tetap bicara dengan gaya yang sama, nada yang sama, keberanian yang sama.
Dan justru itu yang bikin repot.
Karena di sini, orang yang tidak bisa dibeli itu berbahaya.
Orang yang tidak bisa ditakut-takuti itu bikin gelisah.
Orang yang tidak bisa diatur itu bikin penguasa kehilangan tidur.
Makanya bukan diserang terang-terangan.
Terlalu ribut.
Terlalu kelihatan.
Lebih rapi kalau dihilangkan pelan-pelan.
Lebih sopan kalau dipersempit jalannya.
Lebih aman kalau dibuat sepi.
Ini bukan strategi politik canggih.
Ini mental feodal dibungkus demokrasi.
Dan jangan pura-pura heran kalau hari ini: yang kritis dicap pembenci,
yang patuh dipeluk mesra.
Negeri ini tidak kekurangan orang pintar.
Yang kurang itu penguasa yang kuat mental.
Karena pemimpin besar tidak alergi kritik.
Yang alergi biasanya… ya karena tahu ada yang busuk tapi tak mau dibuka.
Ini bukan soal Rocky.
Sekali lagi: bukan soal Rocky.
Ini soal pesan diam-diam: “Kalau kau terlalu jujur, bersiaplah sendiri.”
Dan di situ rakyat harus mulai mikir: kalau yang bicara saja dipersempit,
apalagi yang cuma diam.
Medio,fw19/1/2026

Komentar