Aceh Selatan Darurat Sampah
Aceh Selatan Darurat Sampah
Akibat tumpukan sampah yang sudah mengganggu kenyamanan warga di TPS Lhok Bengkuang dan sempat viral di media sosial online beberapa waktu lalu, jangankan Camat Kepala Dinaspun tidak mampu mencari solusi penanganan sampah yang menumpuk di TPS Lhok Bengkuang.Permasalahan sampah di ibu kota kabupaten Aceh Selatan bukan masalah baru tapi ini penyakit lama yang sekarang kambuh lagi, karena selama ini dalam sisi anggaran kurang di perhatikan, berdasarkan informasi dari kadis DLH armada pengangkutan masih kurang.
Akibat sudah sangat darurat menghadapi Idil Fitri Bupati Aceh Selan H. Mirwan MS, turun langsung merespon keluhan masyarakat di TPS Lhok bengkuang pada Kamis (19/3/2026) untuk memastikan instruksi penanganan darurat dijalankan dengan cepat dan tuntas.
Kehadiran orang nomor satu di Aceh Selatan ini merupakan jawaban atas kondisi TPS yang sempat meluber hingga ke badan jalan menuju Gampong Panton Luas. Dengan didampingi jajaran pimpinan daerah, Bupati Mirwan menunjukkan komitmennya bahwa pelayanan publik dan kebersihan lingkungan adalah prioritas yang tidak bisa ditawar.
Di lokasi, Bupati Mirwan memberikan peringatan keras kepada jajarannya agar persoalan sampah tidak dibiarkan berlarut-larut hingga merugikan masyarakat. Ketegasan ini mencerminkan gaya kepemimpinan yang responsif terhadap isu-isu krusial di akar rumput.
Turunnya bupati ke TPS lhokbengkuang menunjukkan masalah sampah bukan hanya di media sosial saja, tapi sudah tumpah ruah sampai ke badan jalan yang membuat udara tercemar yang pada akhirnya terganggunya kesehatan masyarakat.
Sebagai masyarakat kita berikan apresiasi yang tinggi dan sangat mendukung sikap bupati langsung turun untuk menyaksikan sendiri. Namun yang menjadi pertanyaan selama ini sampah itu berasal dari mana? Di buang kemana? Di angkut kemana dan yang berwenang siapa?
Menurut pengamatan, sampah berasal dari rumah masyarakat di buang ke Tempat Pembuangan Sementara (TPS), dari TPS di angkut menuju Tempat pembuangan Akhir (TPA) adalah tugas dari dinas terkait yang memiliki armada dan petugas kebersihan.
Terjadinya tumpukan sampah itu sampai meluber ke badan jalan perlu di pastikan apakah sampah terjadi peningkatan?, atau sampah di TPS itu menumpuk karena tidak di angkut ?. Ini semua perlu kajian yang serius dari pemangku kepentingan. Kita tunggu kebajikan Bupati Aceh Selatan setelah Hari Raya Idil Fitri semoga sidak tentang sampah menghasilkan kebijakan Ibu Kota Aceh Selatan Bebas Sampah.
Medio,fw20/3/2026.

Komentar