Barsela Kehilangan 2 Wilayah Potensial
Mengapa 2 Wilayah Barsela Hilang Dalam Perjuangan.?
Oleh : Drs Farid Wajidi
Aceh telah menunjukkan sikap tegas dalam mempertahankan 4 pulau karena menyadari bahwa setiap jengkal wilayah bukan sekadar soal batas geografis, melainkan menyangkut sejarah, identitas, harga diri, dan masa depan rakyat. Seluruh elemen masyarakat bergerak, bersatu, dan berjuang untuk memastikan tidak ada wilayah Aceh yang hilang.
Namun tokoh publik juga patut mempertanyakan sebuah ironi besar. Ketika 4 pulau diperjuangkan dengan penuh semangat, mengapa hilangnya 2 kabupaten/kota—Kabupaten Aceh Singkil dan Kota Subulussalam—dari konsep perjuangan pemekaran sebelumnya justru terkesan diam seakan ada tekanan diterima tanpa perlawanan, ada apa ?
Padahal kedua daerah tersebut bukan wilayah yang muncul begitu saja. Secara historis, Aceh Singkil dan Subulussalam merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan panjang Aceh Selatan. Keduanya lahir dari proses pemekaran Aceh Selatan, memiliki hubungan sejarah, sosial, budaya, ekonomi, dan konektivitas yang sangat kuat dengan kawasan Barat Selatan Aceh. Nilai strategis kedua daerah ini tentu jauh melampaui luas empat pulau yang sedang dipertahankan hari ini.
Karena itu, sebagai tokoh masyarakat Barsela berhak bertanya: mengapa ketika wilayah yang hilang berupa pulau muncul semangat perjuangan luar biasa, tetapi ketika dua kabupaten/kota keluar dari skema perjuangan pemekaran, justru tidak terlihat sikap yang sama? Apakah ada perubahan prinsip? Apakah ada pertimbangan tertentu yang tidak pernah dijelaskan kepada publik? Ataukah ada kepentingan lain yang lebih dominan daripada kepentingan sejarah dan aspirasi masyarakat Barsela?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukanlah upaya mencari kesalahan, melainkan tuntutan akan konsistensi. Sebab perjuangan yang benar seharusnya memiliki standar yang sama dalam menjaga setiap bagian wilayah yang memiliki keterikatan historis dan masa depan yang sama.
Sejarah mengajarkan bahwa wilayah tidak hanya dapat hilang karena keputusan dari luar, tetapi juga dapat terlepas karena kurangnya keberanian untuk mempertahankannya. Oleh karena itu, masyarakat Barsela berhak memperoleh penjelasan yang jujur, terbuka, dan dapat dipertanggungjawabkan: mengapa empat pulau diperjuangkan habis-habisan, sementara dua kabupaten/kota yang merupakan bagian dari sejarah Aceh Selatan justru seolah dilepaskan dengan kerelaan?
Pertanyaan ini penting dijawab, karena menyangkut konsistensi perjuangan, kredibilitas para pemangku kepentingan.
Apa alasan masyarakat Barsela rela menyerahkan wilayah Singkil dan Subulussalam ke pihak lain, ini sangat penting di jelaskan demi masa depan kawasan Barat Selatan Aceh (Barsela) itu sendiri.
Medio,23/6/2026

Komentar