Langsung ke konten utama
PGRI Aceh Selatan ke Istora Senayan Jakarta.

PGRI adalah wadah tempat berhimpunya Guru Guru dalam rangka memperjuangkan Aspirasinya baik di tingkat daerah maupun di tingkat Nasional.

PGRI Aceh Selatan siap menuju Istora senayan untuk menghadiri KONGRES NASIONAL PGRI XXI yang akan dilaksanak 1-5 Juli 2013, sebagai utusan Guru Aceh Selatan semula direncanakan berangkat 40 orang, namun karena keterbatasan anggaran hanya 20 orang yang siap berangkat dengan biaya masing masing tanpa ada suntikan dana dari Pemerintah Aceh Selatan.

Kongres Nasional merupakan forum yang dapat menampung aspirasi guru guna diperjuangkan kepada pemerintah karena masih banyak masalah masalah yang dihadapi guru dalam rangka peningkatan mutu pendidikan di daerahnya masing masing sehingga guru walaupun tanpa dana bantuan dari pemerintah siap untuk menuju Istora Senayan Jakarta walau dengan isi kantong sendiri.

PGRI Aceh Selatan telah mengagendakan usulan dalam Forum Nasinal tersebut seperti:
1. Dana Tunjangan Sertifikasi jangan dikirim ke rekening pemerintah daerah karena sering terlambat di
    salurkan kepada guru.sebaiknya Pusat terus mentransper ke rekening guru.
2. Pemerintah Kabupaten/Kota hendaknya menyediakan dana Khusus untuk peningkatan mutu Guru di 
   setiap kabupaten/ kota agar kemampuan guru terus meningkat dan dapat menghasilkan peningkatan
   mutu pendidikan di daerah.
3. Otonomi Pendidikan sebaiknya di tingkat provinsi saja untuk menghindari intervensi Raja kecil dalam
   gonta ganti Kepala Sekolah tanpa keriteria yang jelas.
Masih banyak agenda lain yang dapat di laporkan ke tingkat pusat sesuai dengan apa yang terjadi di Kabupaten Aceh Selatan saat ini.
Kami mohon restu dari rekan rekan guru agar perjuangan ini dapat berhasil.
Salam PGRI.........................

Komentar

Postingan populer dari blog ini

DPRK Bicara, PLT Bupati Diam Saja

Keperdulian ketua DPRK Aceh Selatan terhadap keluhan dari rekanan  yang belum terbayar pekerjaan 2023, 2024 patut di berikan Apresiasi  karena DPRK telah melaksanakan tugas dan fungsi pengawasan terhadap kinerja pemerintahan di Aceh Selatan padahal saat ini sudah memasuki Januari 2026, kejelasan pembayaran tersebut dinilai belum terlihat. Padahal menurut ketua, dalam pertemuan silaturahmi dengan puluhan wartawan dan Rekanan di Hall Pendopo Bupati Aceh Selatan, Jumat (14/11/2025), Bupati Aceh Selatan H. Mirwan menyatakan Pemkab Aceh Selatan menargetkan pembayaran utang sebesar Rp 20 miliar pada tahun anggaran 2025, dari total utang daerah 2023–2024 yang mencapai Rp184 miliar. Agar permasalahan ini tidak membuat kekisruhan baru, maka DPRK Aceh Selatan berkewajiban memperjelas duduk persoalan ini, agar tidak dianggap oleh masyarakat ikut bersekongkol dengan pemerintah daerah menipu rekanan yang sudah lama bersabar menanti janji yang telah di ucapkan oleh bupati Aceh Selatan (HMW)...

Politik Sesat: Copot PLT Sekda Aceh Selatan

Saat Aceh selatan mengalami banyak sorotan media dengan berbagai masalah yang timbul dan berujung Bupati Aceh Selatan HMW di nonaktifkan. Seharusnya pendukung HMW atau sering di sebut MANIS memperkuat barisan untuk memperbaiki kelemahan yang dialami oleh pemerintah Aceh Selatan, tapi justru dari orang dalam juga ikut memperkeruh suasana politik Aceh selatan yang dilakukan olehTokoh Muda Aceh Selatan, Tonicko Anggara, mendesak agar Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Aceh Selatan, Diva Samudra Putra, segera dicopot dari jabatannya, desakan semacam ini di pengaruhi cara berfikir politik sesat dan dapat menyesatkan publik seakan Manis mencari kambing hitam. Hal seperti ini menunjukan kepanikan di kalangan dalam MANIS padahal semua orang tahu HMW masih menjalankan skorsing di Jakarta dan terus di terpa dengan isu miring yang di tujukan untuk kepemimpinan Manis ini. Seharusnya sebagai tokoh muda Manis Tonoco Anggara dalam mengdapi  segala isu yang sering muncul per...

Ada 7 Langkah Cerdas Mirwan.MS Saat Kembali Bertugas

Setelah Bupati Mirwan menjalani sangsi administrasi, nonaktif sebagai Bupati Aceh Selatan selama 3 bulan di jakarta, mungkin tidak lama lagi akan kembali bertugas menjadi Bupati Aceh Selatan.  Untuk mengembalikan kepercayaan publik sebagai Bupati Aceh Selatan. Ada 7  langkah cerdas  yang perlu dilakukan Mirwan saat  bertugas kembali di Aceh Selatan yaitu: 1. Minta Maaf dan Bertanggung Jawab.  Mengakui kesalahan, meminta maaf kepada masyarakat sebagai wujud rasa tanggung jawab atas tindakan yang menyebabkan sanksi hukuman. Mengakui kesalahan adalah sikap bijaksana dan sudah menjalani sangki sesuai keputusan Mendagri adalah sikap kesatria berani berbuat berani juga bertanggung jawab. 2. Transparansi dan Akuntabilitas.  Meningkatkan transparansi dalam pemerintahan, mempublikasikan kebijakan dan keputusan, serta mempertanggungjawabkan tindakan kepada masyarakat, bukan pada timses. 3. Fokus pada Pelayanan Publik.  Meningkatkan kualitas pelayanan publik, mem...