Postingan

Menampilkan postingan dari September 21, 2026

Sekeping Kata dari Gontor

Gambar
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal, berdiri di depan Presiden Prabowo. Bukan untuk menjilat. Bukan untuk memuji. Tapi mengingatkan. “Maaf ya Pak Presiden, saya ngomong tidak enak. Sorry ye!” Lalu keluar kalimat yang lebih penting: "Kami tetap memilih pendidikan." “Jangan sekali-kali lupakan sejarah. Bergurulah pada sejarah!” Ini bukan pidato seremoni. Ini pengingat bahwa kekuasaan harus punya cermin. Dan cermin itu salah satunya adalah pendidikan, sejarah, moral, dan suara ulama. Gontor bahkan menegaskan: “Gontor tidak puas!” Kalimat pendek. Tapi maknanya panjang. Sebab tugas lembaga pendidikan bukan membuat penguasa selalu nyaman. Tugas pendidikan adalah membuat manusia berani berpikir. Dan tugas ulama bukan menjadi pengeras suara penguasa. Ulama seharusnya menjadi rem ketika kekuasaan mulai melaju terlalu jauh. Sebab kalau semua orang di sekitar penguasa hanya berkata: “Siap, Pak.” “Aman, Pak.” “Luar biasa, Pak.” Lalu siapa yang berani berkata...