Dr. Safrizal ZA menyoroti TKD Masih Rendah
Hingga 1 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB, realisasi Tambahan TKD pemerintah daerah di Aceh secara keseluruhan baru mencapai 28,47 persen dari total pagu sekitar Rp1,65 triliun.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian utama dalam Evaluasi Realisasi Tambahan TKD dan Bantuan Keuangan se-Aceh yang digelar di Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (2/10/2026).
Dalam evaluasi tersebut, pemerintah daerah tingkat provinsi maupun kabupaten/kota didorong untuk mempercepat pelaksanaan kegiatan sehingga realisasi anggaran setidaknya dapat mencapai 50 persen pada akhir Oktober 2026.
Data evaluasi menunjukkan dari 24 pemerintah daerah yang tercantum, sebanyak 22 daerah masih mencatat realisasi di bawah 50 persen.
Hanya dua daerah yang telah menembus angka tersebut, yakni Kabupaten Aceh Selatan sebesar 63,91 persen dan Kabupaten Pidie sebesar 62,82 persen.
Sementara sejumlah daerah masih mencatat realisasi yang sangat rendah.
Kabupaten Bireuen tercatat 0 persen, disusul Nagan Raya 2,88 persen, Bener Meriah 5,28 persen, Aceh Utara 5,97 persen, Kota Sabang 9,14 persen, Simeulue 10,88 persen, Pidie Jaya 11,85 persen, serta Kota Subulussalam 12,46 persen.
Safrizal mengatakan rendahnya realisasi tersebut tidak semata-mata berkaitan dengan ketersediaan anggaran. Berdasarkan evaluasi, sebagian besar kegiatan masih berada dalam tahapan awal proses pengadaan, lelang maupun kontraktual.
Karena itu, pemerintah daerah diminta tidak membiarkan proses tersebut berlarut-larut, terutama mengingat anggaran tambahan TKD berkaitan langsung dengan kebutuhan pemulihan masyarakat pascabencana.
“Yang kita dorong bukan sekadar mengejar angka serapan, tetapi memastikan anggaran yang sudah tersedia dapat segera diterjemahkan menjadi kegiatan yang konkret dan memberikan manfaat,” ujar Safrizal sebagaimana dikutip dari keterangan resmi, Sabtu (3/10/2026).
Sumber: infoaceh.net

Komentar